Bahayanya Mengkonsumsi Ayam Broiler

Posted by

Bermula dari kekhawatiran warga terhadap tingginya pemakaian antibiotik tetrasiklin kepada ayam broiler yang lebih dari ambang batas, memotivasi Bekti Sri Utami, Hana Razanah dan kawan-kawannya yang menjadi mahasiswa dari Universitas Brawijaya Malang tuk berkolaborasi dan berinovasi melahirkan suatu kit deteksi residu tetrasiklin terhadap karkas ayam broiler.

Tetrasiklin adalah antibiotik yang dipakai sebagai pencegah dari timbulnya infeksi penyakit dan pemacu perkembangan pada ayam broiler. Tetrasiklin mengandung spektrum luas, berarti tetrasiklin mempunyai kemampuan menghadapi beberapa bakteri patogen. Disamping itu, tetrasiklin adalah antibiotik yang tidak mahal dan gampang diperoleh.

Pemakaian antibiotik bila menyalahi kaidah-kaidah, akan memunculkan dampak negatif. Dampak dari pemakaian antibiotik dari ayam yakni akan menanggalkan residu dalam karkas ayam dan bisa menimbulkan masalah resistensi terhadap konsumen sebab jumlah subterapetik yang diterima dengan terus-menerus, gangguan kepada mikroflora normal didalam usus yang bisa mengurangi populasi dan mengurangi strain-strain bakteri baik, memunculkan alergi, hipersensitivitas, serta toksik didalam tubuh konsumen.

Startec, begitulah sebutan yang dibuatkan dari kit deteksi itu. STARTEC bisa mendeteksi residu tetrasikiln dari karkas ayam broiler dalam konsentrasi tertentu. “Kami berinovasi untuk alat ini memakai prinsip reaksi diantara tetrasiklin serta H2SO4. Mengingat dengan reaksi itu, bisa terlihat terdapatnya perubahan warna. Nah, perubahan warna itulah yang kami buat menjadi indikator deteksi” terang Bekti.

Dibawah dari bimbingan drh. Dyah Ayu Oktaviane A.P., M.Biotech. Alat tersebut bakal terus diteliti dan dirintis untuk betul-betul bisa digunakan oleh warga luas. Hingga bisa mencegah konsumen mengkonsumsi tetrasiklin yang lebih dari ambang batas dan bisa meningkatkan keamanan pangan sumber hewan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.